Turis Berkolor Ijo Wara Wiri di Jalan, Warga Lokal Murka

Terlihat seorang wisatawan membuat onar hingga waga Spanyol marah. Turis tersebut dengan santai berjalan sepanjang jalan raya hanya menggunakan celana kolor. Disampaikan oleh Daily Mail, belum dapat dipastikan identitas dari turis yang sudah membuat warga Spanyol murka itu, tetapi kemungkinan turis tersebut berasal dari Inggirs. Turis tersebut melewati jalan Palma, yang memang terkenal ramai, dia berjalan hanya dengan memakai kolor ketat berwarna hijau.

Dari foto yang beredar di media sosial di sebarkan oleh Pedro, warga Llucmajor, Kotamadya di Majorca, Spanyol. Terlihat seorang pria memakai sepatu olahraga hitam, kaus kaki hitam, dan celana ketat berwarna hijau. Dari foto yang beredar, turis tersebut membawa handuk merah di satu tangan dan ponsel di tangan lainnya. Pria tersebut terlihat berjalan menyusuri pertokoan Golden Mile di Palma, dikelilingi puluhan prang di Kawasan Jaume III.

Pria itu santai saja berjalan, padahal banyak mata yang tertuju kepada penampilannya yang sangat mencolok. Orang-orang juga ramai mengungkapkan rasa kesal dan meminta pihak berwajib menangkap pria ini.

Dari Kantor Luar Negeri, Persemkamuran, dan Pembangunan (Foreign, Commonwealth and Develompment Office) Inggris, untuk di jalanan dengan hanya memakai bikini atau celana renang adalah tindakan ilegal di beberapa wilayah Spanyol. Departmen menambahkan bahwa ada denda bagi yang melanggar aturan ini.

Spanyol Geram dengan Turis Inggris

Kenyataannya, para wisatawan dari Spanyol sudah geram dengan kelakuan para wisatawan asal Inggris dan turis negara lainnya yang berbuat seenaknya di tempat mereka tanpa mencari tahu. “Ini sangat tidak baik. Semua ini adalah tentang minum dan berpesta. Tidak ada keluarga. kami membutuhkan lebih banyak keluarga. Ini semua tentang budaya mabuk dan berpesta,” ucap Sergio Taltavul, yang keluarganya mempunyai restoran Casa Diego di Magaluf.

Dia mebuturkan bahwa pihak berwenang di kotanya perlu menerapkan aturan yang lebih ketat lagi terkait aturan minuman beralkohol.

Sekarang ini, turis yang berpesta di wilayahnya Majorcan di Palma, Llucmajor dan Magaluf kemudian San Antonio di Ibiza akan didenda 500 euro dan 1.500 euro jika mereka membuat keributan di lingkungan dan mengganggu yang lain.

Kapal pesta tidak lagi diizinkan mendekat lebih dari satu mil laut (1.852 km) dari area yang ditentukan dan dilarang menaikkan atau menurunkan penumpang, Lalu dalam usaha untuk memperketat undang-undang, pulau tersebut pada tahun 2020, pertokoan yang menjual alkohol di sekitaran tempat wisata saat ini sudah harus tutup sepenuhnya antara pukul 21.30 sampai 08.00.

Ariana Riesquo-Tomos asal italia, yang menjalankan Restoran Pizzeria bersama suaminya selama sepuluh tahun, mengatakan betapa meresahkannya turis Inggris yang datang ke pulau tersebut. “Sebagaian besar pulau ini hanya untuk pariwisata. Orang Inggris datang kesini untuk minum alkohol dan kekacauan yang kami tawarkan di sini di Majorca,” katanya.

Pulau ini sejatinya indah, tetapi turis mabuk mencoreng keindahan pariwisata Majorca.

“Mereka pergi tanpa membayar, mereka menggunakan narkotika di kamar mandi dan mereka sedikit agresif, tetapi tidak semuanya (turis inggris bertingkah seperti itu),”tambahnya.